Pengenalan CSS3

Pengenalan CSS3


Satu atau dua tahun yang lalu mungkin anda pernah mendengar CSS versi 3 telah keluar, meskipun saat itu masih beta tapi ini menjadi kabar yang menggembirakan, karena CSS3 tidak akan dirilis jika tidak membawa banyak sekali fitur-fitur baru di dalamnya, namun saat itu baru sedikit browser internet yang mendukung CSS3 ini. Browser yang mensupport CSS baru Safari v.3, namun sekarang Firefox pada versi ke 3.6 sudah mendukung CSS3.

Promo Tutorial Premium Video Tutorial Mahir Web Development (Bangun 5 Project Website) + Video Tutorial Membuat Aplikasi Mobile (Bangun 4 Aplikasi Android + Upload Playstore) + Bonus Tutorial Membuat Theme Wordpress Premium - 3 Tutorial (5DVD) Hanya Rp 135.000 - Terbatas hanya sampai 17 April!

Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0838 1157 5876, atau bisa pesan secara online di sini)


Bagi anda yang mungkin belum mengetahui CSS, CSS digunakan dalam pembuatan layout yang tableless, artinya pembuatan layout tidak lagi menggunakan metode table, karena dampak dari penggunaan table yang paling terasa adalah beratnya layout yang dihasilkan karena begitu banyak kode-kode dari hasil penggunaan table. Tableless pun menjadi standarisasi bagi seorang SEO-er, karena sifatnya yang search engine friendly. Tidak hanya dalam pembuatan layout, CSS3 pun efektif digunakan dalam pembuatan style-style yang mempercantik sebuah website.

Baik, disini penulis akan jabarkan fitur apa saja yang baru dalam CSS3,  CSS3 memiliki fasilitas untuk shadow dari suatu div layout, fitur transparansi, gradien warna pada border, warna pada text yang diseleksi, fitur skala memperkecil atau memperbesar layout, kolom pada text, dan fitur gradien pada background.

Terdapat perbedaan penamaan style antara safari dan chrome dengan firefox, penulis akan jelaskan nanti.

 

Drop Shadow

Menggunakan drop shadow pada css 3, cukup tambahkan baris

-moz-box-shadow: #585858 3px 3px 4px;

moz ini digunakan untuk browser firefox

-webkit-box-shadow: #585858 3px 3px 4px;

dan webkit digunakan untuk browser chrome serta safari

box-shadow: #585858 3px 3px 4px;

Normalnya ditulis seperti diatas

 

RGBA (Transparency)

background-color: rgba(218, 227, 240, .3);

rgb 218,227,240 menghasilkan warna abu-abu namun lebih keputih, dan .3 ini menjelaskan penggunaan transparansi 30%.

 

Multiple Border Color

-moz-border-bottom-colors: #0101DF #5858FA #8181F7 #A9A9F5 #CECEF6 #E0E0F8 #EFEFFB #fff;

moz-border memungkinkan satu div memiliki banyak border yang berlapis?

 

Select Text Color

p.selection::-moz-selection {
background: #2E9AFE; /* Firefox */
color: #fff;
}

-moz-selection terjadi ketika textnya di seleksi? anda bisa lihat hasilnya seperti ini, silahkan textnya anda blok dengan menggunakan mouse.

 

Scale

-moz-transform: scale(1.05);

moz-transform digunakan untuk firefox, dan scale(1.05) menghasilkan perbesaran 1,05 dari ukuran aslinya.

-webkit-transform: scale(1.05);

begitu juga dengan webkit-transform yang digunakan untuk browser safari dan chrome.

 

Text Column

-moz-column-count:3;

menjadikan text memiliki 3 kolom.

-moz-column-rule: solid 1px black;

dan memiliki garis tengah.

-moz-column-gap: 30px;

gap disini sama seperti padding, atau jarak antar text.

 

Gradient

background: -moz-linear-gradient(-45deg, #2E9AFE,#0404B4 );

penggunaan moz-linear-gradien dengan 45 derajat mulai dari biru tua sampai biru muda, hasilnya adalah seperti ini :

Setelah berkenalan dengan CSS3, [enulis akan jelaskan bagaimana menggunakan CSS lebih lanjut dalam membuat style website maupun layout website, pada Tutorial CSS selanjutnya. Selamat Mencoba.

Sumber:
http://www.css3.info

Artikel Terkait :