5 Hal Penting Untuk Diketahui Para Blogger Pemula Sebelum Monetisasi Website

5 Hal Penting Untuk Diketahui Para Blogger Pemula Sebelum Monetisasi Website


Saat ini menjadi seorang blogger bukanlah suatu profesi yang asing lagi. Pesatnya industri digital membuat profesi ini makin umum didengar dan makin banyak diminati karena dirasa cukup meyakinkan dari segi penghasilan. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang bingung dengan apa yang perlu dilakukan saat ingin mulai menjajaki dunia digital sebagai blogger.


 Pada dasarnya, seseorang yang menulis di blog sudah layak dijuluki sebagai seorang blogger. Walau begitu, seorang blogger yang memiliki penghasilan dari blog tidak hanya menulis, tapi juga melakukan usaha-usaha lain yang dapat dikategorikan sebagai blog monetizing/monetisasi blog. Dengan monetisasi blog, kegiatan blogging yang awal mulanya digunakan sebagai ajang mengekspresikan perasaan, bisa jadi media untuk mencari uang.

 Sebelum lebih jauh mempelajari seputar monetisasi blog, ada beberapa hal penting yang yang perlu diketahui blogger pemula:

1. Menggunakan Top Level Domain

 Hal pertama yang paling penting dalam membangun sebuah blog saat Anda baru saja memulainya adalah memiliki Top Level Domain (TLD) agar blog Anda lebih terlihat profesional. Memang tidak ada yang salah dengan mempunyai blog yang menggunakan sub domain. Namun rasa percaya pengunjung blog Anda akan lebih tinggi karena TLD yang dirasa lebih profesional dan kredibel.

Selain itu, ada banyak pilihan domain murah yang bisa didapatkan, seperti .com, .net, .id, dan lain-lain. Dengan menggunakan TLD, nilai jual blog Anda pun akan semakin meningkat. Kebanyakan digital agency yang mengadakan campaign cenderung lebih memilih blog dengan TLD karena dirasa lebih menjanjikan untuk bekerja sama dengan para klien mereka.

2. Menentukan niche blog yang dikuasai

 Selain menggunakan Top Level Domain, memiliki blog dengan niche yang Anda kuasai adalah salah satu kunci kenyamanan Anda saat nantinya mengisi konten blog Anda secara berkelanjutan. Ketika seseorang berkunjung ke blog Anda, dia akan segera mengerti informasi apa yang sekiranya bisa selalu didapatkan dari blog Anda.

Hal ini juga akan berpengaruh saat google melakukan crawl agar blog Anda lebih mudah terindex di mesin pencarian. Saat seseorang melakukan pencarian kata kunci, alogaritma Google akan lebih memilih blog dengan konten yang relevan dengan kata kunci yang dicari.

3. Menentukan nama domain yang tepat

 Setelah menentukan niche blog Anda, hal lain yang akan lebih meyakinkan pengunjung dalam menilai kredibilitas blog melalui nama domain dari blog yang diakses. Nama domain tersebut merupakan bagian dari identitas blog.

Maka dari itu, akan jauh lebih baik apabila Anda menggunakan nama domain yang kreatif, unik, mudah diketik dan diingat. Nantinya, nama domain yang pendek dan nyambung dengan niche akan sangat berpengaruh pada personal branding Anda di dunia maya. Ada baiknya apabila nama domain tersebut ditentukan secara matang dan dipikirkan juga relevansinya secara jangka panjang.

4. Pilihlah tema yang responsif

 Apabila Anda sudah yakin dalam menentukan niche dan nama domain blog, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah memilih tema yang responsif dan SEO-friendly.

Pernahkah Anda melihat sebuah tampilan website yang sangat baik jika dibuka melalui desktop namun langsung berantakan saat dibuka melalui smartphone maupun tablet? Itulah akibat yang harus Anda tanggung jika Anda memilih tema yang tidak responsif.

Karena itulah, pemilihan tema juga sangat menentukan tingkat kenyamanan setiap orang yang mengunjungi blog Anda.

Tema yang SEO-friendly sendiri artinya tema tersebut mendukung website Anda agar terindeks oleh Google. Apalah artinya sebuah blog dengan konten yang baik dan tampilan yang menarik jika blog tersebut tidak mampu terindeks oleh mesin pencarian seperti Google.

Jika Anda memakai WordPress sebagai CMS Anda, banyak tema berkualitas tinggi bisa didapatkan secara gratis di WordPress directory.  Mau tema yang lebih unik dan terlihat eksklusif? Siapkan dompet Anda untuk membeli tema WordPress premium dari pihak ketiga seperti Theme Forest atau MOJO Marketplace.

5. Bergabung dengan komunitas blogger regional/nasional

Tak hanya mengenai konten dan tampilan, sebagai blogger pemula, Anda juga harus lebih banyak berinteraksi dengan blogger-blogger lain untuk membentuk jejaring atau networking. Hal ini tidak kalah penting untuk dilakukan karena identitas Anda di dunia maya akan jadi lebih meyakinkan lagi apabila Anda mengenal sesama blogger secara personal di kehidupan nyata.

Tidak hanya dikenal secara personal saja, Anda juga bisa belajar banyak hal mengenai dunia blogging melalui para blogger yang lebih senior dan menerapkannya pada blog Ada. Jalinan silaturahmi antar blogger pun akan semakin erat dengan bergabungnya Anda pada komunitas blogger. Contoh komunitas blogger yang ada di Indonesia adalah: Warung Blogger dan Blogger Perempuan.

Apakah Anda sudah siap untuk mulai menseriusi dunia blogging? Jangan lupa untuk menerapkan kelima hal tersebut saat Anda memulai blog, ya!

 

 

Artikel Terkait :