Home > Menengah > Seputar CMS > Tutorial Wordpress > Membuat Plugin WordPress : Bag. 1 Intro To Action Function

.

4 Komentar Untuk Artikel Ini BYAdmin Ilmuwebsite

Sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu, plak ketu plak dung dang dang dung … :P

Mungkin itu adalah kata yang tepat bagi para visitor yang menunggu kedatangan artikel terupdate seputar dunia web development dan web design di ilmuwebsite.com. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, bukan karena masalah malas sharing, atau penulis jadi pelit ilmu. Bukan-bukan karena itu. Tapi memang betul-betul karena berkurangnya waktu, sehingga sharing sampai mulut berbusa-busa itu hanya bisa di lakukan di dunia offline. Mohon maaf.

 

wordpress_plugins

 

WordPress semakin digemari, kemudahannya, kecepatan dan ke-powerfullan-nya membuat para web designer dan web developer semakin bertahan tidak pindah ke lain cms, yang pertama kali menggunakannya pun juga dibuai-buai, terlebih lagi para web designer dan web developer meyakini wordpress itu sangat SEO sekali. Sangat SEO Sekali, betul-betul sangat ditegaskan. Meskipun SEO sendiri bisa di kondisikan. Dan yang lebih mantap lagi adalah wordpress bisa mendatangkan banyak profit bagi para web designer dan web developer. Dan membuat plugin wordpress sendiri jadi satu hal yang menarik dan menguntungkan.

Kali ini kita akan membahas bagaimana membuat plugin wordpress. Begitu banyak alasan mengapa para web developer menginginkan untuk bisa membuat plugin wordpress sendiri. Dan penulis tidak akan melist satu persatu. Karena mungkin butuh lebih dari 2 artikel sendiri berisi daftar alasan mengapa web developer menginginkannya.

WordPress sendiri sudah menjelaskannya secara detil dalam situs officialnya yakni codex.wordpress.org, namun hanya sekedar dokumentasi, yang diinginkan oleh pengembang biasanya tutorial. Bukan begitu?

WordPress memiliki sebuah sistem yang bisa di kembangkan tanpa harus melakukan pengeditan core cmsnya, cukup memanfaatkan fungsi-fungsi yang disediakan, itu pun sudah bisa melakukan pengembangan terhadap corenya sendiri. Luar biasa memang, mengembangkan tanpa perlu menyentuh sedikit pun kode-kode wordpress. Kita cukup hanya menambahkan apa yang diinginkan.
Sederhananya terdapat dua jenis function yang diperuntukkan kepada para pengembang wordpress, yakni : Filter Function dan Action Function. Yang daftar lengkapnya bisa dilihat di http://codex.wordpress.org/Plugin_API

 

Action Function
Penulis tidak akan menjelaskan serinci mungkin, tapi kurang lebih

In WordPress; an Action is a PHP function that is executed at specific points throughout the WordPress Core.
Developers can create a custom Action using the Action API to add or remove code from an existing Action by specifying any existing Hook. This process is called “hooking”.

Yang artinya kurang lebih, wordpress membuat fitur action function agar para pengembang bisa membuat function sendiri yang dimana function tersebut bisa menggantikan function bawaan wordpress yang sudah ada.
Misalkan Anda memiliki sebuah website layanan social bookmarking, kemudian Anda menginginkan untuk membuat plugin wordpress sendiri memudahkan bookmarking di layanan social bookmarking Anda yang di sisipkan di setiap artikel wordpress.

Berikut adalah source codenya

 

[codesyntax lang=”php”]

[/codesyntax]

Letakkan di folder wordpress/wp-content/plugins , kemudian lakukan aktivasi via dashboard admin wordpress Anda. Setelah aktif kemudian lihat ke bagian halaman depan wordpress. Apa yang terjadi?

Yang paling penting adalah barisan

[codesyntax lang=”php”]

[/codesyntax]

di baris comment ini betul-betul sangat penting, penamaan plugin dan lain-lainnya itu yang akan di munculkan dan di deteksi sebagai plugin pada wordpress

dan yang selanjutnya adalah, setelah membuat function sbookmarking Anda bisa menyisipkan untuk muncul setiap artikel dengan cara
add_action(‘the_post’,’sbookmarking’);

Daftar fungsi apa saja yang bisa di gunakan ke dalam add_action function ada di http://codex.wordpress.org/Plugin_API/Action_Reference

Di pertemuan selanjutnya akan kita bahas lebih dalam lagi cara membuat plugin wordpress sendiri.

 

 

DVD Video Tutorial : Kursus Web Development Komplit Bangun 5 Project Aplikasi Website - Membuat CMS Sendiri Dari Nol, Blog, Portal Berita, Ecommerce, Web Komunitas dengan CodeIgniter 3 JQuery AJAX Bootstrap

Video Tutorial Kursus Web Development Komplit Bangun 5 Project Website ini merupakan ‘penunjuk arah’ agar Anda yang sedang maupun baru akan terjun ke dalam dunia web development yang lebih mendalam memiliki peta perjalanan pembelajaran yang lebih terarah menuju web developer professional. (Disertai pembelajaran dasar HTML CSS, JQuery, PHP & MySQL, CodeIgniter) Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0813 1167 5785, atau bisa pesan secara online di sini)



4 Response untuk Artikel Ini

  1. Indra

    Terima kasih infonya. sangat membantu sekali. apa lagi saya yg masih pemula. salam development. :)


  2. Kerudung Bagus

    Wah ini yang saya cari Pak, sudah saya cari-cari eh nemu disini, jadi tidak usah pakai plugin lagi. Tapi kalau misalkan di web kita ada path/root blog misal websaya.com/blog/artikel.html itu bagaimana apa masih bisa pakai ini dan jalan? Terima kasih banyak


  3. modal nyontek

    alhamduliLLAH, semudah inilah klo penjelasannya dari pakar, cuma Filter Function dan Action Function.. , simple banget ternyata. Jangan bosan sharing sementara ini sy cuma bisa nyontek aja nih, semoga berkah ilmunya’


  4. Rudi Nazar

    saya tunggu mas tutorial selanjutnya, jujur saya sangat ingin sekali bisa membuat plugin wordpress dengan cara otodidak pun dan lihat panduan dari ilmuwebsite.com, saya pasti bisa :)


You must be logged in to post a comment.

eXTReMe Tracker