Home > Menengah > Web Development > Tutorial PHP > Langkah Awal Membuat Ecommerce dengan PHP (Bag. 1)

.

Tidak ada komentar BYAdmin Ilmuwebsite

ecommerce phpSering kita mendapatkan beberapa site yang dilengkapi fasilitas untuk memesan suatu produk, di mana di dalamnya terdapat beberapa link berisi produk-produk yang digrupkan dalam kategori-kategori tertentu yang dapat kita pilih. Membeli barang cukup dengan beberapa klik saja, dan barang pun akan diantar ke rumah dengan selamat. Namun ada juga beberapa situs yang memang mengkhususkan dirinya untuk mengabdi kepada jualan online :D, ex: lapak-online.com. Ya, tentunya ini semua dibangun oleh suatu sistem yang benar-benar matang, seringkali sistem seperti ini disebut dengan istilah ecommerce. ECommerce merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. Ya, penulis sudahi sekilas mengenai ecommerce.

 

1.  Persiapan awal, Bagaimana ecommerce bekerja.

Ada kalanya seorang web developer menginginkan suatu sistem ecommerce yang berbeda dengan ecommerce yang sudah ada. Menginginkan ecommerce yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, dengan penambahan fitur-fitur yang sudah ada, ataupun mengurangi fitur-fitur yang tidak diinginkan. Ya penulis akan mencoba menjelaskan kepada anda, bagaimana cara kerja sebuah ecommerce, dan bagaimana meracik kode sendiri, untuk menghasilkan ecommerce yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.

Sebelum kepada tahap perancangan algoritma, perancangan database, dan peracikan kode, satu hal yang wajib di penuhi terletak di langkah awal. Langkah awal ini yang nantinya digunakan sebagai batu loncatan untuk menuju ke tahap selanjutnya. Langkah awal ini berisi seputar jawaban dari pertanyaan seperti, sistem ecommerce bagaimana sih yang di inginkan?! Sistem ecommerce dengan teknis yang seperti apakah sih yang di inginkan?! Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tentunya sangat berkaitan erat dengan perancangan dan pembuatan sistem ecommerce. Mari… mari… penulis coba mengantarkan anda untuk telusuri satu persatu, bagaimana ecommerce itu di rancang, diracik, dan diimplementasikan.

 

1.1 Perancangan E-Commerce

Sesuatu hal yang wajib bagi seorang web programmer membuat satu panduan dalam perancangan suatu aplikasi, entah itu pseudo random, algoritma, flowchart, hal ini digunakan sebagai acuan agar programmer tidak keluar jalur nantinya.

Mula-mula  standarnya dalam suatu aplikasi ecommerce, seorang user dipersilahkan untuk memilih kategori yang ada. Setelah memilih kategori yang ada, maka user akan melihat-lihat item-item yang ada dalam kategori tersebut, misalnya flashdisk kingston 2 GB seharga 50 ribu dalam kategori accesories dipilih oleh user tersebut, yang ditampilkan selanjutnya adalah sebuah form yang berisi seberapa banyak flashdisk yang akan dibeli oleh user tersebut,  jika user memasukkan nilai 1 kedalam keranjang belinya maka user di persilahkan untuk melanjutkan kepada tahap pembayaran atau melihat produk lain yang akan dibeli.

 

Pada halaman awal, di perlihatkan produk apa saja yang dapat dibeli. Ketika user memilih salah satu produk, akan disediakan, seberapa banyak produk yang akan dibeli oleh user tersebut.

 

Anggap saja, user ingin membeli 2 buah Headphone merk Kenion,  maka selanjutnya user akan dihadapkan kepada suatu halaman yang berisi apa saja barang yang akan dibeli oleh user, user dipersilaihakn untuk memilih barang yang lain untuk dibeli, atau lanjut kepada halaman untuk melakukan proses pemesanan barang untuk dimasukkan kedalam daftar database order barang, di dalam halaman tersebut juga berisi data berkenaan dengan alamat si pemesan barang, nah data inilah yang nantinya digunakan untuk proses pengiriman barang.

 

1.2 Perancangan Database E-Commerce

Dalam sebuah system e-commerce tentunya harus terdapat database yang dapat menangani beberapa hal seperti: menangani database produk yang akan dijual, menangani pencatatan order yang masuk, produk apa yang di pesan, seberapa banyak produk tersebut dipesan, kemudian hal-hal lain seperti menangani alamat si pengorder, nantinya data ini digunakan untuk pengiriman barang ke alamat si pengorder produk. Dari sini penulis memberikan solusi yakni tabel apa saja yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, bagaimana relasi masing-masing tabel tersebut ada.

 

Tabel-tabel yang diperlukan antara lain :

 

Tabel data produk

Tabel ini menyimpan berbagai informasi berkaitan dengan produk yang akan dijual nantinya. Data yang disimpan antara lain :

  • No Produk
  • Tanggal masuk produk
  • Nama Produk
  • Deskripsi Produk
  • Harga Produk

 

Tabel data customer

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data lengkap mengenai customer, seperti nama pemesan, alamat si pemesan dan lain-lain. Tabel data customer berisi :

  • No Cutomer
  • Nama Lengkap
  • Alamat
  • Kota
  • Provinsi
  • Kodepos
  • Nomor Telepon
  • Email

 

Tabel data Order

Tabel order digunakan sebagai tempat penyimpanan informasi pemesanan barang, berkaitan dengan barang apa yang di pesan, berapa total yang harus di bayarkan, menuju alamat mana barang dikirim. Lengkapnya tabel data order ini berisi :

  • No Urut Order
  • Tanggal Order
  • No Urut Customer
  • Total harga barang yang harus dibayarkan
  • Ongkos kirim
  • Total harga  barang + ongkos kirim
  • Nama Customer
  • Alamat lengkap Customer
  • Kota tujuan pengiriman
  • Kodepos Tujuan
  • Nomor Telepon Customer
  • Email Customer

 

Tabel Relasi antara Order dengan Produknya

Harus ada sebuah tabel yang digunakan sebagai relasi antara order dengan produknya. Hal ini digunakan sebagai pengefisienan penggunaan database, kemudahan pencarian, dan mengurangi space yang dibutuhkan dalam penggunaan database. Tabel inilah nantinya difungsikan sebagai sebuah jembatan antara order dengan produk.

Berisi :

  • Nomor Order
  • Banyaknya produk yang dipesan
  • Nomor Produk

 

Tabel order sementara

Ya, perlu dicatat, e-commerce yang akan dibangun memanfaatkan fasilitas session, session ini tentunya diset dynamic, menggunakan session_id(). Hal ini digunakan agar user dapat langsung melakukan order berbarengan, dan juga tidak memerlukan untuk melakukan registrasi atau login. Produk yang dipesan direcord ke dalam database dalam bentuk session, yang tentunya setiap pengunjung memiliki perbedaan sessionid-nya. Yang termasuk ke dalam tabel order sementara adalah :

  • No Order sementara
  • Session Order
  • Jumlah produk yang di pesan
  • No Produk yang di pesan.

 

Script ECommerce sederhana bisa Anda download langsung di sini simple_ecommerce

DVD Video Tutorial : Kursus Web Development Komplit Bangun 5 Project Aplikasi Website - Membuat CMS Sendiri Dari Nol, Blog, Portal Berita, Ecommerce, Web Komunitas dengan CodeIgniter 3 JQuery AJAX Bootstrap

Video Tutorial Kursus Web Development Komplit Bangun 5 Project Website ini merupakan ‘penunjuk arah’ agar Anda yang sedang maupun baru akan terjun ke dalam dunia web development yang lebih mendalam memiliki peta perjalanan pembelajaran yang lebih terarah menuju web developer professional. (Disertai pembelajaran dasar HTML CSS, JQuery, PHP & MySQL, CodeIgniter) Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0813 1167 5785, atau bisa pesan secara online di sini)



No Responses

You must be logged in to post a comment.

eXTReMe Tracker