| Konfigurasi Linux sebagai Gateway Internet |
| Written by Administrator | |
| Thursday, 11 June 2009 08:10 | |
![]() ![]()
Di tutorial jaringan komputer kali ini saya akan menjelaskan proses installasi linux yang nantinya akan dijadikan sebagai gateway internet. Btw, gateway itu sendiri memiliki definisi sebuah komputer yang melayani konversi protokol antara beberapa tipe yang berbeda dari suatu network atau program aplikasi. Sebagai contoh, sebuah gateway dapat meng-convert sebuah paket TCP/IP menjadi paket NetWare IPX atau dari Apple Talk menjadi DECnet, dan lain-lain. ( Andino-Kamus TI – Ilmukomputer.com ) Gateway inilah yang nantinya akan menghubungkan jaringan local dalam hal ini LAN dengan jaringan public yaitu internet. Sebagai catatan dalam percobaan ini penulis menggunakan Redhat Linux 9, dan Fedora Core 4. Menggunakan koneksi ADSL speedy dengan IP Static ( penulis pun bingung, karena baru pertama kali ini penulis diberikan koneksi ADSL speedy dengan IP Static. :D . Ini nyata.) Sebelumnya paket yang kita butuhkan adalah : rp-pppoe-3.5-27.i386.rpm Tapi setahu penulis paket tersebut sudah terinstall dalam distro tersebut, untuk mengetahui apakah pake tersebut sudah terinstall didalamnya login sebagai root : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #rpm -qa | grep pppoe rp-pppoe-3.5-27 Perlu diketahui komputer yang akan dijadikan sebagai gateway nanti membutuhkan 2 ethernet card nantinya. Yupz, langsung aja kita menuju pokok pembahasannya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah kedua ethernet card tersebut sudah terdetek dengan baik: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:11 inet addr:192.168.1.1 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:feee:7111/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:61 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:85 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:6938 (6.7 KiB) TX bytes:10092 (9.8 KiB) Interrupt:10 Base address:0x1080 eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:1B inet addr:192.168.100.1 Bcast:192.168.100.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:feee:711b/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:21 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:1796 (1.7 KiB) Interrupt:9 Base address:0x1400
lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0 RX bytes:2190 (2.1 KiB) TX bytes:2190 (2.1 KiB) Yup, jika anda mendapatkan komentar seperti itu silahkan menuju ke tahap selanjutnya. Jika tidak ? Silahkan googling :D~~~. Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi ethernet card tersebut. Agar nantinya konfigurasi tersebut dapat dijalankan secara otomatis ketika boot. File konfigurasi ethernet dalam linux memiliki penamaan ethx, x ini menandakan pengurutan, jika terdapat 2 ethernet card dalam komputer anda maka, file konfigurasinya adalah eth0 dan eth1. Letak file konfigurasi secara default terdapat dalam :
Karena nantinya kita akan menggunakan 2 lancard tersebut, maka file yang akan kita konfigurasi adalah : /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 dan /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
Sebagai contoh, konfigurasi eth0 yang penulis gunakan adalah sebagai berikut : DEVICE=eth0 BOOTPROTO=static BROADCAST=192.168.1.255 HWADDR=00:0C:29:EE:71:11 IPADDR=192.168.1.1 NETMASK=255.255.255.0 NETWORK=192.168.1.0 ONBOOT=yes TYPE=Ethernet DEVICE : merupakan ethernet apa yang akan dikonfigurasi. BOOTPROTO : status dari penggunaan ip address, apakah bersifat dynamic ( DHCP ) atau static. BROADCAST : alamat broadcast jaringan yang digunakan. HWADDR : alamat fisik dari ethernet card tersebut, biasa disebut Mac Address. IPADDR : alamat ip yang nanti akan digunakan oleh gateway linux. Alamat ini yang nantinya akan berhubungan langsung dengan protol tcp/ip. NETMASK : subnet mask yang digunakan oleh device eth0. subnet mask ini digunakan untuk membagi jaringan menjadi lebih kecil. ONBOOT : apakah nanti akan diproses ketika BOOT ??
Dan konfigurasi eth1 yang digunakan oleh penulis : DEVICE=eth1 BOOTPROTO=static BROADCAST=192.168.100.255 HWADDR=00:0C:29:EE:71:1B IPADDR=192.168.100.1 NETMASK=255.255.255.0 NETWORK=192.168.100.0 ONBOOT=yes TYPE=Ethernet Kemudian restart service network. This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #/etc/init.d/network restart Sebelum ke langkah selanjutnya, perlu diketahui bahwa, anda diharuskan untuk mengaktifkan mode bridge pada modem adsl. This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #adsl-setup # pertama kali akan ditanyakan username yang telah diberikan oleh pihak ISP anda LOGIN NAME INTERFACE For Solaris, this is likely to be something like /dev/hme0. For Linux, it will be ethX, where 'X' is a number. (default eth0):eth1 # kalo yang ini pilih no aja, karena ketika demand diaktifkan maka anda tidak bisa # menggunakan IP yang dynamic Enter the demand value (default no): no PASSWORD # pemberian akses kepada user untuk menjalankan/mematikan adsl USERCTRL # langkah berikutnya adalah berkenaan dengan firewall disini penulis memilih no 2 for a LAN Choose a type of firewall (0-2):2 # apakah akan dijalankan secara otomatis ketika boot ? Start this connection at boot time Do you want to start this connection at boot time? Please enter no or yes (default no):yes Dan selanjutnya ketik y saja untuk mensave konfigurasi diatas. Ada beberapa konfigurasi yang perlu dilakukan. Penulis memberikan sedikit konfigurasi tambahan yang diletakkan pada file /etc/rc.local echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward iptables -A POSTROUTING -j MASQUERADE -t nat -s 192.168.1.0/24 -o ppp0 konfigurasi tersebut digunakan untuk meneruskan paket ip dan melakukan masquerade. Masquerade sendiri merupakan proses membagi bandwith, karena pada dasarnya isp hanya memberikan satu koneksi dengan satu ip, maka agar dapat digunakan secara beramai-ramai maka perlu dilakukan masquerade. Selanjutnya anda tinggal menambahkan dns server yang diberikan oleh telkom pada file konfigurasi /etc/resolv.conf, yang penulis gunakan adalah 202.134.0.155. This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #echo nameserver 202.134.0.155 > /etc/resolv.conf This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it #cat /etc/resolv.conf nameserver 202.134.0.155 Selanjutnya anda tinggal menjalankan adsl-start. Selamat bersurfing ria. :D~ by : Al-kThis e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it http://www.ilmuwebsite.com Tutorial Jaringan Komputer
Majalah Ilmuwebsite No.01Dapatkan Edisi Perdana Majalah Ilmuwebsite™ disini Segera lengkapi koleksimu persediaan Terbatas..!!
Template Joomla CD koleksi template joomla berkualias, cantik, indah dan menarik, di kemas dalam 4 CD, dapatkan di sini ...
Paket CD Hacking v3 2009Tools, Articles, Movies, Exploits Code Archieve, Virus & Trojans, Programming Code, PDA, Hacking Reports, Advisories, Mobile, Protocols. Bonus Linux Backtrack 4, Tutorial Hacking Berbahasa Indonesia dan Bonus Puluhan Video Teknik Hacking dan Cracking
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 139 Comments (0)
![]() |
Fotografi
Tips & Trik
Design Resource
![]() | Today | 3498 |
![]() | Yesterday | 4883 |
![]() | This week | 22039 |
![]() | Last week | 770 |
![]() | This month | 8381 |
![]() | Last month | 14428 |
![]() | All | 22810 |